Search by category:
Info Publikasi Media

7 Pelukis Jawa Timur Garap Surabaya City Scape

Ada pemandangan tak biasa saat memasuki Lobby Hotel Bisanta Bidakara, di Jl Tegalsari 77-85 Surabaya, Senin (16/5/2016).

Ruangan sejuk ini semakin istimewa karena berderet belasan lukisan bergambar beberapa sudut kota Surabaya, dilukis oleh 7 seniman yang memiliki aliran serta tehnik yang berbeda-beda dalam menciptakan karya lukis, dan membuat semakin menarik karena dapat melihat perpaduan teknik yang digunakan melalui pameran ini.

Pemeran bertema ‘Surabaya City Scape’ ini didukung oleh beberapa pelukis, diantaranya Aris Darmawan, Berty R, Djunaidi, Fauzi, Indra Janeb, Yoes Wibowo, dan Ulum.

Aris Darmawan, yang juga hadir dalam press conference mengatakan, kegiatan ini mengajak untuk menggali kembali semangat dan membela cagar budaya.

“Saya suka mengabadikan malam, biasanya saya melukis pukul 02.00 atau 03.00 WIB di beberapa sudut Surabaya. Itu yang juga membuat saya tergerak, semangat membela seluruh cagar budaya, karena Surabaya kota luar biasa. Ini baru kota pahlawan, bukan kota koboi, senggol sana kena, senggol sini kena,” pungkasnya.

Selain untuk memeriahkan HUT Kota Surabaya yang ke 723, pameran ini juga bertujuan ingin menggambarkan apa yang ditemui di kota Surabaya, mulai dari sesuatu yang eksotis, seperti tempat wisata sampai hal yang sangat intim dengan si pelukis mengenai Surabaya, baik permasalahan yang ditemui di kota terkait sosial, budaya, politik, bahkan hal-hal irasional mengenai Surabaya.

Tidak hanya untuk dipajang, beberapa lukisan ini juga bisa dimiliki dengan diskon yang diberikan sebanyak 20 persen yang nantinya hasil penjualan akan disumbangkan untuk gerakan nasional, dengan harga jual mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 6,5 juta.

Taufik Monyong, Ketua Umum Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur mengatakan kegiatan ini merupakan kerjasama antara Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur dengan Hotel Bisanta Bidakara.

”Kami sering melakukan pameran, dengan jumlah hotel sebanyak 40 yang akan kami datangi sebagai ruang publik, karena keterbatasan keberadaan galeri seni. Sambil melihat juga proses seniman Jatim, agar bisa mengintegrasikan slogan ‘Wonderfull Indonesia’ agar Jatim menjadi layak menjadi bagian dari slogan itu,” paparnya.

Ia mengatakan, masih kurangnya perhatian pemerintah dalam urusan seni khususnya di Jawa Timur, terbukti dengan minimnya jumlah galeri.

“Semua elemen sudah digarap pemerintah, tapi mengenai art masih sangat kurang. Seni merupakan tolak ukur dari segala aspek, untuk beberapa waktu kedepan kami juga akan menggelar pameran di hotel Bumi Surabaya,” jelasnya.(*)

SUMBER : TRIBUNNEWS

Post Comment